Sederhana Saja_Part 4


https://i.pinimg.com/236x/35/17/5a/35175afee59c3cf9d606051c149666c8--hashtag-hijab-muslim-women.jpg
            “Aww! Sakiiit Bu ...!” Bintang menjerit kesakitan.

            Presentasi yang dipaparkan oleh Yasmin dan Amuba jadi terhenti. Sekarang fokus mereka mengarah pada si Bintang. Beberapa murid perempuan meringis, membayangkan betapa sakitnya jika mereka berada di posisi Bintang. Sedangkan bagi murid laki-laki itu mah hal biasa. Bintangnya saja yang lebay, berteriak seperti anak perempuan.

            “Nah, itu sebagai hukuman karena kamu tidak memperhatikan temanmu ketika presentasi. Dan satu lagi, buku ini akan Ibu sita.”

            “Tapi Bu, itu bukan buku saya. Saya mohon jangan disita Bu,” rengek Bintang sembari mengelus-elus telinga kanannya yang memerah akibat dijewer.

            “Tidak! Saya tidak peduli ya, mau punya temanmu, kakakmu, atau bahkan milik presiden pun buku ini tetap akan saya amankan. Sudah menjadi peraturan sekolah. Jika ada yang ketahuan membawa apalagi membaca komik di dalam kelas konsekuensinya seperti itu,” kata Bu Bona dengan mantap.

            “Tapi Bu... “

            “Anak-anak, ayo lanjutkan diskusinya!” perintah Bu Bona. 

            “Baik Bu... !” 

***********

            Jam istirahat berbunyi. Meski masih dongkol dengan perlakuan Bu Bona, daun telinganya pun masih nyut-nyutan, setidaknya setelah jam istirahat Bintang tidak lagi melihat ‘Gajah Putih’ itu lagi. Tak lagi disindir-sindir dan dipelototi lagi.

            “Tuh kan, kubilang apa? Kamu tidak nurut sih!” ucap Alga sebelum beranjak dari kursi (yang sekarang suhunya berubah jadi) panas.

            “Berisik Lo! Udah ah, Gue mau ke kantin,” Bintang sedikit merasa kesal, kenapa pula si ketua kelas itu malah ikut-ikutan menghakiminya. Harusnya kan ia membantu apa kek, ikut merayu Bu Bona, atau melakukan apa gitu supaya Bu Bona mau mengembalikan komik yang ia pinjam dari perpustakaan daerah.

            “Eh? Lo gak mau bareng Gue? Nungguin Gue? Jalan bareng Gue ke kantinnya?” rentetan pertanyaan meluncur dari bibir Alga saat mendapati si Bintang sudah berjalan cepat keluar kelas, meninggalkan dirinya yang masih sibuk mencari dompet di dalam tas.

            Bintang tak menggubris.

            Di tengah perjalanan menuju kantin, Bintang melihat Yasmin di ujung koridor berjalan ke arahnya.

Ah ya! Ia harus memberi pelajaran kepada gadis itu. Menurutnya, gadis itu aialah penyebab yang membuat komik itu disita oleh Bu Bona.

“Berhenti!” Perintah Bintang sewaktu posisi Yasmin dengan dirinya bersebelahan.

Namun, Yasmin yang tidak merasa kalau titah itu ditujukan kepadanya cuek tak menghiraukan.

Bintang menghela napas. Kini Yasmin sudah berjarak sekitar dua meter di belakangnya.

Entah kenapa Bintang membalikkan badan dan berlari-lari kecil demi mensejajari langkahnya dengan Yasmin.

“Hei! berhenti! Dengar tidak sih?” Bintang menggerutu sebal.

“Eh, aku?”

***************************
#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#Rapel_Sabtu 10 Maret

1 komentar: