Sederhana Saja_Part 3



Hasil gambar untuk gambar org kartun cowo cewe berhijab jalan beriringan
Setelah Bu Bona membuka pelajaran dengan membaca do’a bersama, satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan langsung beranjak dari tempat duduk mereka. Berjalan menghampiri Bu Bona, pemilik si tubuh besar yang kini bertahta di bangku paling depan dekat papan tulis.

Entah apa yang mereka bicarakan.

Dua menit kemudian, masing-masing dari mereka kembali pada kelompok yang sudah dalam posisi siap menyimak materi apa yang sebentar lagi mereka presentasikan.

Yasmin sedikit gugup. Ia berdiri menghadap teman-temannya yang perempuan. Mendapat jatah urutan pertama. Tema dari materi yang ia dapat memang masih mudah karena hanya membahas tentang pengertian dari prosa (sama pula) yang akan disampaikan oleh Amuba. Singkatan dari nama panjangnya, Amu Barokah. Ia patner satu kelompok Yasmin dalam pembuatan makalah.

 “Okey! Minta perhatiannya ya teman-teman,” Yasmin menginstruksi dengan suara lantang tapi bersahabat.

Omo! Kenapa gerombolan siswa laki-laki juga ikutan memperhatikannya. Ia kan tidak minta. 

Terkecuali Bintang, ia mah tidak tertarik. Diam-diam jemarinya menarik resleting tas, pura-pura mengambil buku paket. Padahal siapa yang tahu? Itu hanya siasatnya untuk mengambil komik yang sempat ia sembunyikan tadi. Ia pikir waktu presentasi ini akan berjalan dengan sangat membosankan. Lagi pula untuk menjadi pintar bukan berarti dia harus mendengarkan orang yang menerangkan materi tersebut. Ia bisa kok belajar sendiri.

Selang tiga menit, Amuba segera ikut-ikutan melakukan apa yang dilakukan Yasmin. Mengambil alih mata-mata yang yang tadinya mengarah ke fokus yang tak seharusnya.

“Baik, sebelumnya perkenalkan nama saya Yasmin-“ seketika Bintang langsung menoleh dari buku (komik) yang di hadapannya. 

Oh, jadi dia orangnya.’ Bintang membatin. 

Rupanya dia toh, gadis yang selalu diceritakan Tari. Tetapi, sejak kapan Bintang sekelas? Kenapa ia baru menyadari hal itu sekarang? 

Ah ya! Bintang lupa, dia kan memang tidak pernah peduli dengan gadis-gadis yang ada di sekitarnya. Yang ia tahu di dunia ini hanya ada satu orang wanita, yaitu Tari. Selebihnya? Masa bodoh.

Eh tapi, apakah Yasmin yang sekarang berdiri di sudut jarum angka dua dari posisinya adalah gadis yang berada dalam cerita-cerita Tari? Atau ... Jangan-jangan Yasmin yang saat ini ia lihat adalah Yasmin yang lain. 

Yeah! Bisa saja.

“Tang? Bin-Tang,” desis Ghef sembari menyenggol teman semejanya, Bintang.

Bintang terkesiap begitu menyadari bahwa buku terlarang yang sebelumnya ia sembunyikan di balik buku paket mata pelajaran Bahasa Indonesia, kini sudah berpindah ke tangan Bu Bona. 

“Oh, jadi kamu sudah merasa pintar ya?!” Bentak Bu Bona dengan geram. Mukanya merah padam dan mata melotot.

*******************

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

1 komentar: