Sederhana Saja_Part 10



            “Aww,” Yasmin kembali merintih saat menyadari bahwa dirinya sudah berada di ruangan yang teramat asing baginya.

            “Astagfirullah!” saat mendapati ada kepala seorang lelaki di sisi ranjang, reflek Yasmin terperanjat kaget. Mengambil posisi duduk dan sedikit menjauh ke belakang.

            “Ah, elah! Udah bangun? Biasa aja kali, gak usah kaget. Ngeliat Gue udah kaya ngeliat hantu aja sih. Padahal kan Gue ganteng,” Bintang mengangkat kepalanya, ia protes saat melihat sikap Yasmin seperti itu.

            Hampir tiga jam Yasmin tak sadarkan diri. Sewaktu di sekolah, satpam di tempat pos jaga sudah diteriaki berpuluh-puluh kali. Tetapi tidak menyahut juga. Mungkin suara teriakan Bintang kalah saing dengan dendangan dangdut koplo yang sedang marak dinyanyikan oleh tanah hiburan yang disetel melalui radio.

            Beruntung, tiga pedagang jajanan di depan sekolah langsung sigap memberikan bantuan. Satu orang menyetop angkutan, dua lagi menggotong tubuh Yasmin ke dalamnya. Sedangkan Bintang membantu membawa tas ransel Yasmin.

            Berhubung ketiga pedagang tersebut tidak bisa ikut mengantar sampai ke rumah sakit, jadilah Bintang seorang yang repot mengurus sana-sini. Dari berlari-lari menyusuri lorong rumah sakit demi mencari perawat yang berjaga, mengurus administrasi, hingga menunggui Yasmin sampai sadarkan diri.

            “Aku ada di mana?” tanya Yasmin. Ia menelisik seluruh isi ruangan yang warnanya serba putih itu.

            “Nih, makan dulu,” Bintang menyodorkan semangkuk bubur yang sejak tadi sudah ia siapkan di atas meja.

            Yasmin menundukkan wajahnya. Duh, tahu aja sih kalau aku lapar. 

            “Kata dokter, tubuhmu lemas karena belum makan. Jadi tadi pingsan,” jelas Bintang. Sebenarnya tanpa dijelaskan Bintang pun, Yasmin juga sudah tahu apa penyebab ia tumbang.

            “Ambil. Pegel tau,” sindir Bintang. 

            Malu-malu Yasmin menerima semangkuk bubur tersebut.

            “Terima kasih, silahkan pulang. Kalau-kamu-mau-pulang,” ucap Yasmin ragu-ragu.

            Mata Bintang membesar, “Oh, jadi kamu mengusirku?”

            Yasmin yang baru saja hendak menyuap buburnya seketika terhenti. 

            “Maksudku, dari pada membuang-buang waktu di sini, jadi ...”

            “Sudahlah. Makan saja buburmu itu. Jangan banyak berbicara. Aku ke kamar kecil dulu,” sela Bintang. Kemudian tubuhnya menghilang bersamaan tertutupnya pintu kamar.

            Baiklah, mungkin ini kesempatan bagi Yasmin untuk meladeni perutnya yang sedari tadi merengek minta diisi.

            Tepat sekali. Bersamaan dengan kosongnya mangkuk di tangan Yasmin, pintu terbuka. Muncul Bintang dari baliknya.

            “Sudah? Ayo pulang. Oya, bawa tasmu sendiri, kuat kan?” sebelum Yasmin menjawab pertanyaan Bintang, ia sudah lebih dulu melangkah keluar ruangan.

********************
#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

3 komentar:

  1. Kaget, endingnya...
    Masih nyambung lagi nih ;-)
    #ngomong-ngomongBintangkerenya
    #Yasminjugagemesindeh

    BalasHapus
  2. Tiba2 udah ending aja mb...
    heheh,,, kayaknya ada lanjutannya nih 😄

    BalasHapus
  3. Iya mbak Arin, belum ending. masih ada lanjutannya kok. hehe

    BalasHapus