Pria Idaman Bunda_Part 3




((Part 3))

“A-a-a-bah Ra-ma?”

Lelaki tua berjenggot yang mengenakan pakaian serba putih serta sorban coklat khas yang selalu tersampir di lehernya itu tersenyum ramah. Lelaki yang entah sudah berapa tahun lamanya tidak pernah lagi Shakila berjumpa. Dan sekarang? Mereka dipertemukan dalam rangka mau dijodohkan? Astaga! Yang benar saja?!

 “Kila, kok malah bengong di depan pintu?” sentuhan tangan bunda yang tiba-tiba mendarat di pundak Shakila membuat ia sedikit tersentak. “Ayo Bah, silahkan masuk,” bunda menggeser tubuh Shakila memberikan jalan kepada Abah Rama.

Shakila menelan ludah. Ini pasti mimpi. Tidak mungkin! Sungguh tidak mungkin! Tidak mungkin kan aku dijodohkan dengan lelaki yang bahkan usianya melebihi bundaku sendiri? Ini pasti salah!

Abah Rama sudah duduk di sofa. Sedangkan Shakila masih berdiri di samping pintu. Mematung tak percaya. 

“Bah, saya tinggal ke dalam dulu ya.” Bunda yang sedari tadi memperhatikan gelagat aneh Shakila bangkit dari sofa. Menghampiri putrinya sambil membimbing ia berjalan menuju dapur. Shakila nurut, bagaikan boneka yang sedang digerakkan oleh pemainnya.

“Kila, kok dari tadi malah bengong sih?” bunda bertanya dengan setengah berbisik.

“Orangnya itu Bun? Bunda yakin?” Shakila balik bertanya dengan suara parau.

“Iya sayang. Dia orangnya.”

Mendengar pernyataan iya dari bundanya, Shakila merasa detik itu semua yang ada di langit seakan-akan runtuh menimpa dirinya. Dan mendadak tubuhnya terhuyung. Hup! Beruntung bunda dengan cekatan menangkap tubuh Shakila.

“Kila, kamu baik-baik saja?” bunda mendudukkan putrinya di kursi. Wajahnya berubah panik. “Minum sayang.” Sedikit gemetar Shakila menerima segelas air yang disodorkan bunda. Meneguknya sedikit demi sedikit.

“Bun, Kila... Kila...,” Shakila sudah tidak bisa membendung perasaannya lagi. Matanya berkaca-kaca. Bibirnya bergetar tak kuasa melanjutkan kalimat yang ingin diucapkannya. Ia tidak mau perkenalan ini terjadi. Karena jika benar-benar terjadi, ia tidak akan sanggup untuk menolak seseorang yang sudah banyak berjasa bagi keluarganya, bagi dirinya, bahkan cita-citanya sekarang terwujud semua itu berkat bantuan Abah Rama. Sungguh ia tak akan kuasa. Atau bagaimana jika ia akan ganti, ia akan membalas segala kebaikan Abah Rama asalkan


“Assalamu’alaikum.” 

Tiba-tiba terdengar salam dari depan. Suaranya serak-serak basah, siapa pun bisa menduga bahwa itu adalah laki-laki. Memecah ketegangan antara Shakila dan bunda.
 
Senyum di wajah bunda seketika mengembang. Entahlah tiba-tiba tidak menghiraukan putrinya yang baru saja mengalami shock. “Sebentar ya. Sepertinya yang ingin Bunda kenalkan dengan kamu sudah datang,” bunda langsung pergi menuju ruang tamu dengan nampan yang berisi makanan ringan dan minuman dingin.

Dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar tak menentu. Hei! Apa yang terjadi? Kenapa perasaannya berubah dengan begitu cepatnya? Bagaikan hujan yang hanya melintas sebentar, yang mulanya sang mentari tertutup awan kembali bersinar terang. Sebagiamana perasaan Shakila yang awalya dirundung kekhawatiran kini berubah menjadi sebuah harapan. Astaga! Jangan-jangan dugaannya salah. Ia bukan akan dijodohkan dengan Abah Rama, tetapi...

Shakila buru-buru menyeka kedua sudut matanya. Beranjak menyusul bunda ke ruang depan. Demi mengusir rasa penasaran dan memastikan debar dalam dadanya itu pertanda apa.


#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

26 komentar:

  1. πŸ˜‚ aku ikutan deg2an... kirain mau beneran sm abah rama πŸ˜…

    BalasHapus
  2. Hahaha, keren saya pikir beneran sm abah2, keren mba dilanjutin cerita nya, alurnya enak di baca, rapi bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, masih proses belajar kok Ka. terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  3. Huaa...tidak terduga ini kayaknya jalan ceritanya. Bikin penasaran 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh, semoga harapan kaka bisa aku wujudkan. hehe Saya masih pemula. Jadi belum terlalu bisa mengaduk-aduk emosi pembaca. hihi

      Hapus
  4. Balasan
    1. Insya Allah ka.. :)
      Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  5. Wah keren. Suka sama pendeskripsian suasana. Sudut pandangnya keren. Kosakatanya juga kaya. Sukak pokonya

    BalasHapus
  6. Perkiraan-ku benar ternyata πŸ˜‚

    BalasHapus
  7. Wahhh cerbung yg kereenn ,seru banget, enak dibacanya ❤❤
    Di paragraf 1 kayanya daripada pake kata berjumpa enak pake kaya jumpai deh kakπŸ€” eh tapi menurutku loh yaa hehe
    Lanjutkan kak ditungguuu❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry typo itu kata bukan kaya πŸ˜†πŸ™

      Hapus
    2. Wah, makasih ya atas saran ya. :)
      Juga atas kunjungannya. Maaf ya kalau blog ini agak nyusahin mba.

      Hapus
  8. Ikutan deg degan bacanyaa. Dilanjutin dong

    BalasHapus
  9. ku pikir beneran sama aki aki πŸ˜…

    salam kenal dari planet sebelah πŸ™‹

    BalasHapus
  10. Salam, saya dari planet venus.
    Lanjutkeun kak....

    BalasHapus
  11. Kereen, suasananya dapet bangetπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  12. Ikutan deg-degan bacanya πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  13. Terima kasih kakak-kakak yang telah berkunjung. Wah, senang sekali dikunjungi oleh warga planet lain. :)

    BalasHapus